Shooting Sentuhan Qolbu di TVRI Yogyakarta

Hari Selasa tanggal 6 November 2018 komunitas Muslimah In Circle mendapat kesempatan untuk shooting acara Sentuhan Qolbu di TVRI Yogyakarta. Karena ini adalah sesuatu yang baru dan pertama bagi komunitas ini, tentu saja teman-teman muslimah sangat antusias untuk ikut bergabung. Lumayan, ada 30 orang yang mengikuti shooting acara ini.

Sebelum studio dibuka, kami berkumpul dulu di lobby, beramah tamah sambil sarapan pagi. Alhamdulillah pengurus menyediakan snack dan minuman, serta ada anggota komunitas yang membagikan donat secara gratis. Serta ada pembagian khimar bagi yang sudah order.

Untuk acara shooting ini, dress code-nya adalah gamis hitam dengan khimar abu-abu dan ungu. Khimar abu-abu dikenakan pada sesi pertama, khimar ungu dikenakan pada sesi kedua. Wow… kami semua jadi terlihat cantik-cantik dalam balutan dress code tersebut!

Setelah jam 9 kami mulai masuk ke studio. Sempat diwarnai listrik mati beberapa saat. Setelah listrik menyala, shooting segera dimulai dan alhamdulillah semua berjalan lancar, tidak ada istilah take ulang. Lancar dari awal hingga akhir.

Sentuhan Qolbu… sejukkk di hati!

Hari itu ada 2 materi kajian dengan 2 narasumber yang berbeda. Satu narasumber diberikan waktu 30 menit. Dalam 30 menit tersebut ada 2 kali jeda (break).

Kajian pada sesi pertama dengan tema “Kepedulian Terhadap Ruang Publik”disampaikan oleh Prof.Dr.H.M. Machasim, Dosen Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Ruang publik disini bukan berarti hanya terbatas pada fasilitas-fasilitas untuk publik/umum. Namun ruang publik disini diartikan dengan segala hal yang berhubungan dengan orang lain, agar supaya apa yang kita lakukan atau yang kita bicarakan tidak mengganggu dan tidak merugikan orang lain. Sebagai contoh, di saat-saat sekarang dimana-mana sedang sensitif tentang pemilihan calon presiden. Nah, sebagai seorang muslimah kita harus bisa menempatkan diri ketika membicarakan hal tersebut, jangan sampai menyinggung orang lain sehingga hubungan baik menjadi retak. Secara lebih luasnya, sebagai muslimah kita musti bisa menjaga ruang publik menjadi nyaman bagi semuanya, jangan sampai pula menjadikan sebuah kebiasaan bagi sesuatu yang sebenarnya tidak tepat tetapi secara umum dibiarkan saja.

Sedangkan kajian pada sesi kedua dengan tema “Iman itu Menyehatkan, Mencerdaskan dan Membahagiakan” disampaikan oleh Dr.H. Muhammad Anis, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sebagai seorang muslimah yang beriman memiliki ciri-ciri: (1) terbiasa untuk berbicara dengan baik, (2) terbiasa berbicara dengan memuliakan lawan bicara, (3) terbiasa berbicara pada waktu yang tepat, dan (4) terbiasa berbicara tentang hal-hal yang baik. Beberapa poin lain yang bisa kami catat adalah:
1. Jika bicara bohong atau negatif itu membutuhkan energi yang jauh lebih besar dibandingkan bicara jujur dan positif.
2. Sehingga ketika orang berbicara bohong atau negatif, hormon yang terproduksi menjadikan tubuh kurang sehat.
3. Sedangkan jika berbicara jujur dan positif, hormon yang terproduksi adalah hormon serotonin atau kebahagiaan, sehingga menjadikan tubuh lebih sehat.

Program Sentuhan Qolbu ini baru akan tayang di televisi sekitar bulan Januari – Februari 2019. Jadi, harap sabar menanti yaa.. 🙂

Berfoto bersama narasumber I
Berfoto bersama narasumber II

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *