Inspirasi Hijrah (Story of Elis Wahyuni)

Assalamualaikum wr.wb.

Perkenalkan nama saya Elis. Saya dilahirkan di sebuah desa terpencil dari keluarga seorang petani. Alhamdulillah bisa sampai menyandang gelar Sarjana di sebuah Sekolah Tinggi di Yogyakarta. Kota yang sekarang menjadi tempat tinggal saya.

Tahun 2007 hingga tahun 2014 saya bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi ternama. Jabatan terakhir saya menjadi Manager MDS di Dealer XL. Merasa tak nyaman dan ada yang kurang dalam hidup saya. Akhirnya saya membuat keputusan yang mengubah hidup saya.

SAYA RESIGN. Meninggalkan jabatan karier yang sudah saya tekuni selama 7 tahun, bahkan posisi pekerjaan yang didambakan oleh banyak orang. Banyak teman-teman yang menyayangkan keputusan saya resign, termasuk keluarga.

Keputusan itu saya ambil karena ingin hijrah. Diawali dengan hijrah memperbaiki casing raga. Dulu baju saya kurang bahan 😀. Orang bilang saya sangat sexy 😢. Akhirnya Allah memberikan hidayah untuk saya mulai menutup aurat. Dan alhamdulillah sekarang telah berhijab. Selain casing raga, Insyaallah sejalan casing jiwa juga tentunya.

Seperti yang lainnya, mungkin awal resign kena post power syndrom. Bingung mau ngapain di rumah. Biasa bekerja dan waktu terjadwal rapi, setelah resign bangun tidur bengong. Tidak ada kerjaan. Ya stress gitulah 😁.

Suatu saat ada acara cooking class Risol Mayo, saya pun hadir di acara tersebut. Dari ilmu cooking class itu saya menerapkan untuk membuka usaha. Bisnis Risol Mayo menjadi usaha perdanaku. Alhamdulillah respon pelanggan bagus. Akan tetapi pendapatannya ternyata belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saya.

Waktu itu saya memiliki hutang riba untuk bisnis forex. Tahu ‘kan ya bisnis forex itu? Semacam trading dengan investasi yang memutar dana dan spekulasi tinggi. Bisnis seperti ini pun ternyata tidak boleh.

Bisnis forex hancur merugi dan meninggalkan banyak hutang. Saya pun mencoba bangkit dari keterpurukan hidup. Dengan mencoba menyewa tempat untuk berjualan soto, berharap mendapatkan tambahan uang dari bisnis ini. Ya begitulah, bisnis tak seindah bayangan pas waktu kerja dulu. Saya kira dengan berbisnis peluang rezeki lebih lebar. Namun ternyata butuh kesabaran dan ketekunan.

Alhamdulillah Allah mengabulkan doa saya di tahun kedua, tepatnya dua bulan lalu hutang di bank sudah ditutup 😇. LUNAS !!!

“`Terasa plooong lega hidup tanpa hutang“` 😍

Kondisi bisnis pendapatan warung kopi menurun, sedangkan orderan kateringnya nambah. Alhamdulillah ala kulli hal, masalah datang lagi ketika mau perpanjang kontrakan tempat usaha. Ternyata tidak diperboleh di perpanjang oleh pemilik kontrakan. Oleh pemilik kontrakan akan dipakai untuk usaha sendiri. Ah saya pikir mungkin ini efek dari riba kemarin 😀 😇

Ikhlas adalah jalan terbaik.

Sekarang usaha saya tinggal bisnis catering rumahan, itupun hanya dengan toko online di IG namanya @kulinerteteh, dan masyaallah orderan ada saja. Hari-hari sekarang dihabiskan di dapur dan pasar. Selebihnya saya habiskan untuk internet marketing, belajar carving. Sahabat MiC bisa melihat hasil kreasi Tumini (Tumpeng Mini) karya saya di IG.

Perjalanan hidup yang bisa merubah 180 derajat perubahan diri saya, yang dulu doyan ngemall, ngafe, karaokean dan nyalon 😁😁😁. Keinginan saya sekarang ingin terus mengembangkan diri di ilmu memasak, pemasaran online, dan ilmu Carving Garnish dan tentu saja utamanya ilmu agama. Semoga bisnis ini yang insyaallah tanpa riba bisa lebih berkah dan hasilnya bisa membawaku ke ke tanah suci dan syurga-Nya… Aamiin, ya Allah…

Bisnis warung kopi berjalan dan bisa dibilang lumayan lancar. Pelanggan loyal sudah terbentuk di tahun pertama. Karena saya memasarkan melalui sosmed dan tempatnya pun strategis.

Awal merintis warung kopi (Mimikopi Cafe) saya sekaligus mendirikan sebuah majelis taklim. Diberi nama Majelis Taklim Alifah. Niat membuat majelis taklim ini adalah wadah menuntut ilmu untuk memperbaiki diri agar semakin istiqomah dalam jalan hijrah saya yang berlumur dosa. Dari mulut ke mulut MT Alifah mulai dikenal oleh khalayak umum. Jadi cafe yang bukanya sore hari, paginya tiap pekan sekali untuk pengajian MT Alifah.

Belum juga mencicipi keuntungan dalam berbisnis, ujian kembali menghampiri. Warung soto mengalami kebakaran akibat arus listrik. Warung pun akhirnya tutup karena alat-alat dan modal ikut habis. Tidak lama warung kebakaran, cobaan ditambah mobil tabrakan. Bukan saya yang nyetir, tapi saya ada di dalamnya dan harus bertanggung jawab membiayai seluruh pengobatan pengendara motornya dan memperbaiki motornya. Mobil saya juga hancur. Yah… uang yang paling gampang untuk saya dapatkan adalah ambil dari kartu kredit alias gesek tunai. Nambah sudah riba saya. Usaha tidak ada, sedangkan tagihan bank tetap harus dibayar 😢.

Saya pun berpikir untuk bisa bangkit kembali. Karena tagihan terus berdatangan dan harus dibayarkan. Usaha apa saja ingin saya coba termasuk rental mobil. Saya hubungi teman-teman yang punya mobil, dan juga pasang iklan di sosmed. Tak jarang saya sendiri yang jadi drivernya untuk rental kota-kota. Intinya bagaimana caranya bisa mendapatkan uang untuk menutup cicilan setiap bulan. Sampai akhirnya godaan untuk menambah hutang pun saya lakukan lagi 😢.

Tergiur oleh iming-iming dunia. Ingin usaha cafe yang akhirnya terwujud dan diberi nama Mimikopi. Sebagian dana saya dapat dari hasil mencairkan asuransi suami dan tabungan investasinya. Ternyata dana masih kurang. Saya pinjam lagi dana ke bank ratus-ratus juta lagi 🙈. Bukan tanpa ujian, malah saya sering dapat masalah dengan teman, mereka menyayangkan casingku “hijab syari”, karena mungkin tidak sesuai harapan mereka.

Awalnya saya selalu nangis dan selalu mencari tahu sumber berita, tapi lama-lama cape sendiri…ah biarlah… Bismillah karena kita hidup cari ridho-Nya bukan apa kata manusia.

Mungkin apapun yang kita lakukan bisa jadi tampak cacat di mata manusia. Dan insyaallah itu membuat saya lebih banyak muhasabah diri, karena memang masih banyak kekurangan saya. Alhamdulillah MT Alifah sampai sekarang masih aktif. Banyak ilmu yang kudapat di majelis ilmu ini. Lebih mendalam dan spesifik yaitu ketika membahas tentang RIBA. Terasa jlebb banget jika menyangkut soal satu ini. Saya benar-benar ingin bertaubat dari riba. Semoga hidupku segera bisa lepas dari jerat riba itu doa yang selalu kupanjatkan.

Teruntuk semua disini yang sudah mengenal saya, mohon keridhoannya untuk memaafkan atas lisan/perbuatan saya yang melukai hati 🙏🙏🙏

Mohon doa sahabat semua di MIC, agar saya tetap istiqomah, dilancarkan usahanya, diberikan rizki kesehatan dan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah 😇😇😇 . Aamiinn ya mujibasilin…

🕯🍙🌷🍧

Yogyakarta, Oktober 2018
Elis

Seorang ibu bekerja dari rumah, penggiat syiar muslimah, membina majelis taklim. Berkonsentrasi pada edukasi muslimah secara online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kajian Terbaru:

Arsip

Kategori